Selasa 22 Nov 2016 10:38 WIB

Kekayaan Orang Inggris Turun Drastis Sejak Brexit

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini
Mata uang poundsterling, Inggris (ilustrasi)
Foto: forex-usnews.com
Mata uang poundsterling, Inggris (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Inggris kehilangan 1,5 triliun dolar AS karena jatuhnya poundsterling sejak referendum keluar dari Uni Eropa (Brexit). Hal tersebut disampaikan oleh sebuah penelitian dari Credit Suisse terkait kekayaan global.

Sejak referendum pada 23 Juni, poundsterling telah melemah sekitar 16 persen terhadap dolar AS. Itu artinya kekayaan orang Inggris menukik tajam jika dinyatakan dalam dolar. Penelitian Credit Suisse juga memperkirakan akan ada sekitar 945 miliarder baru di seluruh dunia dalam lima tahun ke depan. Hal itu membuat total mereka menjadi hampir 3.000.

"Lebih dari 300 miliarder baru akan berasal dari Amerika Utara," ujar pernyataan dalam laporan yang diterbitkan Selasa (21/11).

Cina diproyeksikan menambah lebih banyak miliarder dari seluruh gabungan Eropa, mendorong total miliarder Cina di atas 420. Penduduk Cina yang menjadi jutawan diperkirakan meningkat lebih dari 70 persen antara 2016 dan 2021, meski hanya di bawah 2.800. Banyak bank termasuk Credit Suisse yang berbasis di Zurich menjadi perbankan bagi orang kaya Cina.

sumber : Reuters
Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi