Senin 07 Nov 2016 20:36 WIB

Pemerintah Didesak Gaet Lebih Banyak Investasi

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini
Investasi di Indonesia (Ilustrasi)
Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Investasi di Indonesia (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah diminta untuk menarik lebih banyak lagi investasi baik dari dalam atau luar negeri demi membuka lapangan kerja yang lebih luas. Anggota Komisi XI DPR Misbakhun menjelaskan, adanya kenaikan serapan tenaga kerja pada Agustus tahun ini dibanding tahun lalu diminta tak membuat pemerintah lengah untuk menambah kesempatan kerja bagi masyarakat.

Misbakhun menilai, meningkatkan kesempatan kerja akan seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat yang berujung pada melonjaknya konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi terbesar pada kuartal III 2016 ini. Ia mengatakan, realisasi investasi yang berhasil dilakukan pemerintah akan merefleksikan peningkatan serapan tenaga kerja yang harapannya bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir tahun ini.

"Ini (serapan tenaga kerja) kan masalahnya bukan varian yang hanya dipacu oleh pertumbuhan. Ini kan kondisi akhir tahun lebih banyak ditentukan oleh realisasi invesasi. Seberapa jauh, dan pada investasi baru atau inevestasi yang sudah ada. Di situ kuncinya," ujar Misbakhun, di Jakarta, Senin (7/11).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis adanya penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus tahun ini sebesar 0,57 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah penganggur pun berkurang 530 ribu orang. Kenaikan serapan tenaga kerja tertinggi terjadi di sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi dengan kenaikan sebesar 9,78 persen atau 500 ribu orang.

 

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, kenaikan di sektor transportasi ini salah satunya terpengaruh oleh maraknya layanan ojek berbasis aplikasi yang memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat. BPS juga mencatat, pada Agustus 2016 jumlah angkatan kerja sebesar 125,44 njuta orang. Angka ini naik 3,06 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan Jumlah penduduk bekerja tercatat sebanyak 3,59 juta orang dan jumlah penganggur turun sebanyak 530 ribu orang. Catatan BPS, nyaris seluruh sektor mengalami kenaikans erapan tenaga kerja kecuali sektor konstruksi yang anjlok 230 orang atau 2,8 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement