Kamis 21 Jul 2016 17:56 WIB

Pemerintah Dinilai Bisa Lebih Tekan Angka Kecelakaan Mudik

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nur Aini
Tim penolong berupaya mengevakuasi korban pada musibah kecelakaan lalulintas di jalur alternatif mudik Lebaran 1436 Hijriyah, di Dusun Deplongan, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/7).Republika/Bowo Pribadi
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Tim penolong berupaya mengevakuasi korban pada musibah kecelakaan lalulintas di jalur alternatif mudik Lebaran 1436 Hijriyah, di Dusun Deplongan, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/7).Republika/Bowo Pribadi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Direktur PT Eka Sari Lorena Transport, Eka Sari Lorena mengapresiasi kinerja pemerintah atas penurunan angka kecelakaan selama masa operasi Lebaran. Namun, dia meminta pemerintah untuk menjelaskan penyebab penurunan angka tersebut.

Menurutnya, saat evaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2016, pemerintah tidak menjelaskan penyebab turunnya jumlah korban meninggal dunia. Meski begitu, ia menilai, seharusnya jumlah korban masih bisa diminimalisasi jika pemerintah lebih sigap.

Ia mengatakan, selama operasi Ramadniya 2016 dari 30 Juni hingga 15 Juli 2016, jumlah kecelakaan turun menjadi 2.979 kejadian. Tahun 2015 lalu, jumlah kecelakaan ada di angka 3.172 kejadian. Sedangkan, jumlah korban meninggal dunia juga turun dari 694 orang pada 2015 menjadi 558 orang pada masa operasi lebaran tahun ini.

"Meski rata-rata korban meninggal dunia pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2016 tetap berada di angka 35 orang per hari," katanya di Jakarta, Kamis (21/7).

Eka menambahkan, jika aparat keamanan memperhatikan jalan raya, kemungkinan bisa menekan jumlah kematian pada hari-hari biasa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement