Sabtu 16 Apr 2016 02:18 WIB

Ekonomi Jepang Diperkirakan Melemah Pascagempa

Rep: c36/ Red: Andi Nur Aminah
Gempa bumi yang terjadi di Kumamoto Prefecture, Kyushu, Jepang, Kamis (14/4). (Reuters/Kyodo)
Foto: Reuters/Kyodo
Gempa bumi yang terjadi di Kumamoto Prefecture, Kyushu, Jepang, Kamis (14/4). (Reuters/Kyodo)

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Kondisi ekonomi jepang diperkirakan mengalami pelemahan pasca gempa yang mengguncang Pulau Kyushu, Kamis (14/4) lalu. Sektor pariwisata pun diprediksi ikut terdampak gempa.

Ekonom dari Mizuho Securities Co, Yasunari Ueno, mengatakan setiap peristiwa yang memberikan efek kejut kuat dapat mendorong terjadinya resesi ekonomi. "Ekonomi Jepang akan mengalami pertumbuhan lemah dengan absennya beberapa kekuatan pendukung utama. Dalam kondisi ini, pertumbuhan ekonomi akan berjalan rapuh," jelas Mizuho sebagaimana dilansir dari Japantimes, Sabtu (16/4).

Sektor yang akan terdampak langsung pascagempa adalah pariwisata di Kumamoto. Selama ini, wilayah Kumamoto dikenal dengan wisata kastil dan Gunung api Aso. Setelah diguncang gempa, dinding kastil mengalami kerusakan.

Berdasarkan survei lokal baru-baru ini, kepercayaan antarperusahaan di Kumamoto diprediksi melemah hingga beberapa bulan mendatang. Indeks pertumbuhan ekononomi yang mencapai tujuh pada Maret akan menurun hingga minus satu pada Juni mendatang. Indeks pertumbuhan bisnis hotel dan restoran bahkan diprediksi akan mengalami penurunan hingga minus 11 pada Juni. 

Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Pulau Kyushu pukul 21.26 waktu setempat, Kamis (14/4) malam. Sebanyak sembilan orang dinyatakan tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Sekitar 860 orang lain menderita luka-luka. Hingga saat ini, sejumlah tim evakuasi masih menyisir reruntuhan bangunan untuk mengevakuasi korban lainnya. 

Gempa menyebabkan sejumlah pabrik seperti Honda, Toyota dan Mitshubisi menghentikan kegiatan produksi untuk sementara. Gempa juga menyebabkan terganggunya perjalanan penerbangan udara dan kereta api.

(Baca Juga: Dua Raksasa Otomotif Jepang Hentikan Produksi)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement