Sabtu 09 Jan 2016 16:58 WIB

Pemerintah Target Surplus Bawang Merah 400 Ribu Ton

Rep: Sonia Fitri/ Red: Nur Aini
Bawang merah (Ilustrasi)
Foto: Odditycentral
Bawang merah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Direktur Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Yanuardi menargetkan produksi bawang merah di 2016 kembali surplus. Perkiraan kebutuhan 2016 yakni 880.179 ton setahun dan produksi 1.291.123 ton. Berarti akan ada kelebihan sebanyak 449.321 ton yang bisa disalurkan untuk ekspor.

Pada 2015, surplus menyebabkan Indonesia bisa ekspor bawang merah sebanyak 14.100 ton ke Thailand, Vietnam, Malaysia dan Singapura. Impor ditekan hingga 82 persen dibanding 2014.

Impor pada Januari hingga September 2015 sebanyak 15.700 ton, lebih rendah dibandingkan periode yang sama di 2014 yakni sebanyak 87 persen atau senilai 295 miliar. Impor bawang merah dilakukan untuk kebutuhan industri. Penurunan nilai impornya Rp 295 miliar.

Sementara itu, petani bawang merah di Desa Panembong Kecamatan Bayongbong Garut, Jawa Barat melakukan panen bawang perdana di 2016, Sabtu (9/1). Panen terjadi di atas lahan seluas 800 hektare di mana per hektarenya menghasilkan 9-10 ton bawang merah.

Panen raya bawang di Garut juga terjadi di empat kecamatan seluas 2.200 hektare. Wilayah tersebut di antaranya Kecamatan Cilawu, Sucinaraja, Samarang, dan Cisurupan.

"Garut ini padahal bukan wilayah sentra, tapi penunjang, tapi produksinya melimpah, kita ingin pastikan pasokan memang aman dan melimpah," ujar Yanuardi.

Baca juga: Target Ikan Tangkap di Yogya Naik 10 Persen

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement