Sabtu 29 Aug 2015 16:29 WIB

Presiden PKS Keluarkan 15 Tips Atasi Kondisi Ekonomi

Rep: C25/ Red: Ilham
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Sohibul Iman.
Foto: Republika/Yasin Habibi
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Sohibul Iman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, kini giliran Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman yang memberikan tips menghadapi kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Lewat akun twitter-nya @msi_sohibuliman, Sohibul mempakarkan sebanyak 16 tips mengatasi kondisi ekonomi kekinian.

Pertama, Sohibul Iman menilai Indonesia harus menyiapkan protokol krisis dengan mengesahkan RUU JPSK sebagai antisipasi, yang mana, pemerintah dan DPR bisa mempercepat proses tersebut. Kedua, Sohibul mengingatkan untuk mengantisipasi kelangkaan likuiditas akibat currency dan maturity mismatch, agar resiko hutang luar negeri swasta dan publik dapat termitigasi.

Tiga, antisipasi resiko disisi neraca perusahaan atau balance sheet, sebab, pada tahun 1998 Indonesia terlalu fokus di makro dan lengah di mikro. Empat, siapkan jaring pengaman sosial yang baik, proteksi kelas menengah bawah dan berikan insentif untuk perusahaan yang menunda PHK. Lima, siapkan paket kebijakan yang kredibel serta lakukan kebijakan kontrasiklis yang tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran.

Enam, berikan arahan yang solid dan solutif, sehingga publik dan pasar meresponnya dengan sentimen positif dan bukan sebaliknya. Tujuh, eksekusi dana APBN dan APBD yang masih idle serta perhatikan kualitas spending yang bisa menciptakan multiplier effect, dan jangan asal spending.

Delapan, jaga daya beli masyarakat menengah bawah karena mereka yang menjadi pendorong utama pertumbuhan lewat konsumsi, serta berikan insentif. Sembilan, buat kebijakan yang tegas untuk mendorong Devisa Hasil Ekspor yang disimpan di dalam negeri.

Sepuluh, perkuat kebijakan penggunaaan transaksi dalam mata uang rupiah, serta tindak tegas transaksi dalam negeri yang menggunakan US Dollar. Sebelas, lakukan secara konsisten feromasi migas dan berantas mafia dengan penegakan hukum yang tegas, agar tercipta deterrence effect.

Dua belas, serukan ajakan moral kepada seluruh komponen bangsa, untuk bersama-sama membeli produk-produk dalam negeri dan mengurangi impor. Tiga belas, road map industrialisasi nasional harus dijalankan, dan jadikan Indonesia sebagai basis produksi, bukan sekadar target pasar produk global.

Empat belas, perbaiki kualitas modal manusia, infrastruktur dan bangun sistem inovasi nasional yang mumpuni. Lima belas, tuntaskan konsolidasi demokrasi agar insitusi-institusi demokrasi, cepat matang, dan efektif bekerja.

Dalam 15 tips yang ia positng tersebut, Sohibul Iman juga menutup tweet dengan tagar #waspada. "Demikitan pandangan saya tentang situasi ekonomi nasional, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah menyimak," kata Sohibul dalam tweet penutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement