Kamis 23 Jul 2015 16:07 WIB

Menteri ESDM: Peluncuran Pertalite Sesuai Rekomendasi Tim Reformasi Migas

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Petugas memegang keran pompa bensin jenis Pertalite di SPBU, Jakarta, Rabu (22/7). (Republika/Tahta Aidilla)
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Petugas memegang keran pompa bensin jenis Pertalite di SPBU, Jakarta, Rabu (22/7). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyebutkan, peluncuran produk Pertalite telah sesuai dengan arahan Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang diketuai Faisal Basri. Sudirman mengingatkan, tim tersebut pernah memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengganti produk BBM Ron88 dengan produk lain yang lebih ramah lingkungan.

Pernyataan Sudirman ini keluar setelah ditanya apakah peluncuran Pertalite adalah langkah pemerintah untuk menghapuskan premium. Dia menilai, penghapusan premium pun sesuai dengan masukan dari Faisal Basri, dkk.

"Rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas kan memang Ron 88 harus berganti dengan yang lebih bersih," ujarnya, Kamis (23/7).

Hanya saja, lanjutnya, masyarakat perlu diberikan kebijakan yang bijak terkait hal ini. Tidak serta merta produk premium dihapuskan dari pasaran. Caranya dengan memberikan produk alternatif berupa Pertalite.

"Sambil menunggu kesiapan teknis Pertamina kita harus membiasakan masyarakat denngan perubahan," ujarnya lagi.

Produk Pertalite sendiri akan dipasarkan mulai Jumat (24/7). Tahap pertama, 103 SPBU yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya menyediakan Pertalite. Targetnya, penjualan Pertalite mencapai 500 kiloliter perhari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement