Rabu 24 Jun 2015 22:58 WIB

Kemenhub Prediksi Pemudik lewat Kapal Laut Meningkat

Rep: C91/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pemudik bermotor masuk ke kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (28/8). PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Pelabuhan (ASDP), Indonesia Ferry menyiapkan dua kapal khusus bagi sepeda motor.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pemudik bermotor masuk ke kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (28/8). PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Pelabuhan (ASDP), Indonesia Ferry menyiapkan dua kapal khusus bagi sepeda motor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah penumpang jalan berkurang 5,9 persen. Angka tersebut didapat dari hasil riset yang dikukan Kemenhub.

Meski penumpang jalan berkurang, namun pengguna kereta api (KA) naik 3,58 persen. Sedangkan pemudik lewat kapal laut diperkirakan meningkat 8,54 persen.

"Pengguna mobil pribadi naik 5,8 persen, pemudik dengan motor pribadi juga naik," jelas Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, di Komisi V DPR, Jakarta, Rabu, (24/6). Ia pun mengatakan ada beberapa titik yang diprediksi akan macet, seperti jalan tol Merak-Cikampek, Nagrek-Cirebon, Brebes, Semarang Ungaran, Ambarawa, dan lainnya.

Jonan berharap pelayanan keselamatan bakal lebih baik. "Dalam rangka peningkatan aspek keselamatan, kami bekerjasama dengan pihak bandara dan pelabuhan, pengoptimalisasian kapal perintis saya sudah bilang Pelni," ujarnya.

Dalam Rapat Kerja di DPR hari ini, Rabu, (24/6), Komisi V DPR menyambut baik semua rencana kerja Kemenhub, namun DPR mempertanyakan sumber dananya. Menurut Jonan, dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 untuk Kemenhub dapat digunakan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement