Selasa 12 May 2015 20:00 WIB

Pasar Smartphone di Cina Alami Titik Jenuh

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pengguna smartphone (ilustrasi)
Pengguna smartphone (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pasar Smartphone di Cina disebut sudah mengalami titik jenuh. Analis IDC Xiaohan Tay mengatakan, menurut analisis IDC jenuhnya pasar smartphone di Cina ini bisa berdampak pada industri global yang dipimpin oleh perusahaan seperti Apple Inc dan Samsung Electronics Co Ltd.

Selama kuartal pertama 2015, pengiriman smartphone ke Cina jatuh untuk pertama kalinya selama enam tahun. Pengiriman hanya sebanyak 98,8 juta, turun sebanyak 4,3 persen dari tahun sebelumnya.

Seperti dilansir Reuters, Senin, (11/5), permintaan konsumen Cina beberapa tahun belakangan ini terhadap smartphone meningkatkan pemasukan perusahaan smartphone, termasuk Apple yang  membuat rekor dengan menerima pemasukan rekor sebesar 16,8 miliar dolar Amerika di Cina. Salah satunya dengan peluncuran iPhone 6 series.

Sedangkan Xiaomi yang kantornya berada di Beijing tumbuh menjadi perusahaan dengan kekayaan sebesar 46 miliar dolar Amerika hanya dalam waktu empat tahun. Pada 2011 lalu, Cina menggantikan Amerika Serikat menjadi pasar smartphone terbesar di dunia.

Namun berdasarkan data IDC, ujar Xiaohan, penurunan penjualan smartphone di Cina baru saja mulai. Ini menimbulkan pertanyaan, bagi perkembangan industri smartphone selanjutnya.

Menurut data IDC, saat ini Apple menguasai pasar di Cina sebesar 14,7 persen, Xiaomi sebesar 13,7 persen, dan Huawei sebesar 11,4 persen. Sedangkan Samsung menduduki peringkat keempat dengan pasar di Cina sebesar 9,7 persen.

"Kalau pasar smartphone di Cina sudah jenuh, maka industri smartphone akan didorong untuk mencari pertumbuhan pasar di India dan Asia Tenggara," ujar Xiaohan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement