Rabu 22 Apr 2015 19:31 WIB

Pedagang Pasar Tanah Abang Diajarkan Cara Investasi

Rep: c87/ Red: Dwi Murdaningsih
Dana darurat wajib dimiliki sebelum mulai berinvestasi.
Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Dana darurat wajib dimiliki sebelum mulai berinvestasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan sosialisasi dan edukasi keuangan kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, Rabu (22/4). Materi sosialisasi dan edukasi kepada pedagang di Tanah Abang disampaikan oleh Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Lasmaida S Gultom, serta Financial Planner OJK Henry Januar.

Hery menyampaikan materi dengan pokok belajar keuangan pribadi. Pedagang diajarkan tentang bagaimana uang bekerja, bagaimana seseorang memperoleh uang, bagaimana orang mengelola uang, dan bagaimana orang menginvestasikan uang.

“Tujuan belajar mengelola keuangan adalah sebagai pengetahuan, keterampilan dan, serta keyakinan yang memungkinkan seorang membuat keputusan dan dampaknya atas semua sumber daya keuangannya,” jelasnya.

Bagi para individu atau orang awam, perencanaan keuangan adalah kegiatan mengelola keuangan mulai dari pengumpulan (akumulasi dana), mengelola (managemen dana) dan mengeluarkannya (distribusi dana).

 

Sedangkan, bagi para praktisi, perencanaan keuangan adalah kegiatan memberikan nasihat atas tata kelola keuangan mulai dari pengumpulan (akumulasi dana), mengelola (managemen dana) dan mengeluarkannya (distribusi dana) dalam menetapkan keuangan sesuai dengan kebutuhan seseorang.

Dengan mengelola keuangan, akan ada situasi yang diharapkan pada hari tua. Yakni mempunyai likuiditas yang cukup, memastikan perlindungan finansial tersedia, mempunyai penghasilan tetap yang memadai, anak-anak selesai sekolah, mempunyai rumah yang nyaman, menikmati kebahagian hari tua bersama istri/suami, serta mempersiapkan warisan bagi yang dicintainya. “Semua itu diawali dari kemampuan mengelola keuangan,” imbuhnya.

Selain itu, pedagang juga diajarkan pentingnya membuat catatan keuangan dan catatan kekayaan, membuat anggaran, menentukan prioritas keuangan, menerapkan pola keuangan, serta memisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement