Kamis 16 Apr 2015 15:04 WIB

Buka Cabang di Korea, BNI Investasikan 100 Juta Dolar AS

Rep: c87/ Red: Satya Festiani
Salah satu kantor cabang BNI (ilustrasi).
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Salah satu kantor cabang BNI (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- PT Bank Negara Indonesia (BNI) menginvestasikan modal senilai 100 juta dolar AS untuk membuka kantor cabang di Seoul, Korea.

Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni mengatakan, alokasi modal yang ditanamkan BNI mencapai sekitar 100 juta dolar AS untuk membuka kantor cabang di Korea. Menurutnya, angka tersebut tidak terlalu besar.

"Nilai investasi tidak terlalu besar karena di situ hanya sewa kantor, merekrut tenaga sama belanja IT," jelas Baiquni di kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta, Kamis (16/4).

Dia menambahkan, segmen yang ingin digarap BNI adalah trade finance terlebih dulu. Sebab, perdagangan antara Indonesia dengan Korea sangat besar, nilainya mencapai 30 miliar dolar AS. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan BNI membuka kantor cabang di Seoul. selanjutnya, BNI juga membidik bisnis remitansi, karena ada sekitar 41 ribu tenaga kerja Indonesia kategori skill worker di Korea.

"Di samping itu kita juga memberikan pembiayaan-pembiayaan bagi perusahaan Indonesia yang ada di sana maupun perusahaan Korea yang ada di sini," imbuhnya.

Selain itu, ke depan dimungkinkan adanya kerjasama antara BNI dengan Korea terkait penempatan oficer Korea di BNI untuk membantu memasarkan produk dan jasa-jasa perusahaan Korea yang ada di Indonesia.

Terkait potensi transaksi kantor cabang BNI di Korea, Baiquni menggambarkan total ekspor-impor sekitar 10 miliar dolar AS. Sedangkan, pangsa pasar BNI baru 1 persen. Jika pangsa pasar bisa ditingkatkan menjadi 2-3 persen akan cukup signifikan dalam peningkatan fee based income.

Saat ini, BNI sudah memiliki lima kantor cabang di luar negeri yakni di Singapura, Tokyo, London, Hong Kong, dan New York. Tahun ini, BNI membuka satu kantor cabang di Korea. Sementara, rencana membuka kantor cabang di Yanggon Myanmar masih ada proses lagi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement