Selasa 09 Dec 2014 17:43 WIB

Konvensional Mengerem, Syariah Harus Ambil Kesempatan

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Keuangan syariah (ilustrasi).
Foto: Theedge.me
Keuangan syariah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pertumbuhan keuangan konvensional yang direm pada 2015 jadi kesempatan yang harus diambil oleh keuangan syariah.

Dalam paparannya mengenai Islamic Financial Outlook 2015, Presiden Direktur Karim Business Consulting, Adiwarman Karim mengatakan 2015 adalah kesempatan bagi keuangan syariah dikala konvensional harus mengerem. Mengutip pernyataan OJK, perbankan konvensional boleh tumbuh sekitar 15 persen.

''Konvesional nggak boleh tumbuh banyak-banyak tahun depan. Untuk syariah, boleh lebih dari 15 persen bahkan sampai 30 persen,'' kata dia di hadapan hadirin  Senin (8/12).

Dari analisis yang dilakukan Karim Consulting, Adiwarman mengatakan pembiayaan bank syariah akan ikut booming di 2015 meski pembiayaan properti tapak masih lesu. Hunian susun ber-AJB bisa diekspansi oleh bank syariah secara selektif.

Bank Syariah sebaiknya menghindari pembiayaan dengan menggunakan dolar dan pembiayaan korporasi. Karena harga minyak akan ditekan sehingga dolar menguat. Pembiayaan sektor menengah bisa tetap ekspansi secara selektif. Dengan naikknya suku bunga The Fed tahun depan, Adiwarman memprediksi BI rate akan naik di delapan persen dari saat ini 7,75 persen.

Jika BI rate naik ke delapan persen, maka suku bunga bank juga naik dan NPL/NPF pun akan ikut naik. Pembiayaan mikro tetap bisa ekspansi dengan tingkat resiko yang telah terstandardisasi. Untuk konsumer, ia menekankan hanya biayai yang dalam mata uang rupiah saja.

''Kami tidak menyarankan pembiayaan pengadaan kapal laut yang 2015 akan didorong, kecuali jika pembiayaannya rupiah,'' kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement