Senin 03 Nov 2014 14:14 WIB

Kiprah Sang 'Gerbang' Asia Timur (2)

Pelabuhan Keelung di utara Taiwan.
Foto: Reuters/Shengfa Lin/ca
Pelabuhan Keelung di utara Taiwan.

REPUBLIKA.CO.ID, Taiwan lantas dinobatkan sebagai salah satu pemain penting dalam mata rantai suplai teknologi global.

Dengan keunggulan di bidang industri teknologi tersebut, Taiwan pun menjadi negara yang diperhitungkan di dunia.

Oleh sebab itu, KTT APEC 2014 menjadi ajang penting bagi Taiwan untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi dengan negara-negara anggota lainnya terutama Cina.

Kekuatan ekonomi Taiwan juga diraih berkat investasi langsung di negara-negara lain. Pada akhir 2012 misalnya, nilai investasi Taiwan di Cina daratan melonjak tajam hingga lebih dari 126,1 miliar dolar AS. Angka ini membuatnya menjadi salah satu investor asing terbesar di tanah Tiongkok.

Pada kurun waktu bersamaan, investasi Taiwan di negara-negara ASEAN juga merangkak naik hingga lebih dari  80,3 miliar dolar AS. Investasi Taiwan di Vietnam dan Thailand misalnya, merupakan tiga terbesar di antara negara-negara lain.

Raihan Taiwan yang menakjubkan di bidang ekonomi ini tak lepas dari peran Dewan Pengembangan Nasional (NDC), Institut Riset Ekonomi Taiwan (TIER), dan lembaga-lembaga pengembangan teknologi berbasis universitas.

Masing-masing lembaga tersebut memberikan sumbangsih besar dalam mengarahkan pembangunan ekonomi Taiwan dengan memberikan sejumlah masukan, hingga implementasi kebijakan pembangunan.

Deputi Direktur Departemen Perencanaan NDC Mei-Chu Chen mengatakan, peran NDC dalam pemerintahan Taiwan tak ubahnya kabinet kecil. Tugas resmi NDC adalah sebagai lembaga think tank bagi presiden dan premier (perdana menteri).

“Kami terlibat dalam perencanaan pembangunan nasional sekaligus mengarahkan pemerintah dalam mengimplementasikannya secara terukur sesuai target. Kami juga melakukan pengawasan dalam proses pelaksanaan program tersebut.”

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement