REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Volume penjualan batubara PT Adaro Energy meningkat delapan persen menjadi 42,4 juta ton pada kuartal ke tiga 2014. Pendapatan Adaro pun meningkat tiga persen menjadi 2,507 miliar dolar AS.
Volume produksi batubara Adaro juga naik delapan persen menjadi 41,9 juta ton. Kondisi ini sesuai penduan produksi 2014 sebesar 54 juta ton hingga 56 juta ton.
Balangan Coal di bawah PT Semesta Centramas (SCM) berhasil mencapai target produksi kuartal ke tiga dengan total produksi 0,6 juta ton pada September 2014 ini. Sejauh ini, penjualan Balangan Coal sudah mencapai 0,4 juta ton untuk pasar India dan Thailand.
Meski harga batubara masih tertekan, kinerja Adaro menunjukkan kekuatan dan efisiensi serta ketahanan model bisnis. ''Adaro tetap fokus pada kesempurnaan operasi, peningkatan efisiensi, pengeluaran modal dengan tepat, dan memastikan keandalan pasokan kepada pelanggan,'' tutur Presiden Direktur PT Adaro Energy, Garibaldi Thohir, Jumat (31/10).
Divisi penambangan dan perdagangan batubara Adaro yakni Al, Coaltrade Service International Pte Ltd (CTI) dan SCM menyumbangkan 93 persen dari pendapatan usaha. Hingga September 2014, pendapatan usaha bersih dari penambangan dan perdagangan batubara naik tiga persen menjadi 2,338 miliar dolar AS karena peningkatan volume penjualan.
Di divisi jasa penambangan, PT Saptaindra Sejati (SIS) menyumbang pendapatan empat persen. Sementara total pendapatan usaha bersih dari pihak ke tiga dan segmen bisnis lainnya naik 29 persen menjadi 62 juta dolar AS.
Aktifitas pembiayaan kembali Adaro yang sudah rampung tahun ini juga kian memperkuat struktur modal perusahaan. Adara berupaya mempertahankan posisi yang tepat untuk mencapai panduan tahunan pada 2014 ini.
Beban pokok pendapatan perusahaan juga relatif stabil pada 1,921 miliar dolar AS sehingga EBITDA operasional naik 11 persen menjadi 701 juta dolar AS.
Belanja modal bersih selama sembilan bulan pertama 2014 ini aik sembilan persen menjadi 149 juta dolar AS. Capaian ini kian mendekati target belanja modal yang ditetapkan 200 juta dolar AS hingga 250 juta dolar AS. Adaro juga menghasilkan arus kas bebas yang positif 407 juta dolar AS.
Saldo kas perusahaan tetap kokoh pada 1,6 miliar AS termasuk sisa perolehan dari fasilitas pinjaman Adaro Indonesia senilai 1 miliar dolar AS. Likuiditas yang tetap solit membuat perseroan fleksibel menghadapi masa-masa lesunya pasar batu bara.
Rasio utang bersih terhadap EBITDA dalam 12 bulan terakhir pun makin baik dan berada para tingkat 1,36x dari 2,06x. Serta rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0,36x dari 0,51x.
Total aset perusahaan meningkat sembilan persen menjadi 7,496 miliar dolar AS. Aset lancari naik 72 persen menjadi 2,268 miliar dolar AS terutama karena kenaikan saldo kas. Sementara aset tidak lancar turun enam persen menjadi 5,228 miliar dolar AS terutama karena penurunan nilai goodwill pada bisnis logistik.