Kamis 18 Sep 2014 19:05 WIB

Gagal Kembangkan Energi Terbarukan, Indonesia Bergantung 'Fosil'

Rep: C88/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah
Tambang Batu Bara (ilustrasi)
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Tambang Batu Bara (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian ESDM meyakini hingga 2022 batu bara masih menjadi tulang punggung energi Indonesia. Dengan cadangan baru bara sebesar 35 milyar ton, maka tak heran jika pengembangan energi baru dan terbarukan belum menjadi prioritas.

Wamen ESDM Susilo Siswoutomo mengakui pemerintah kemungkinan belum bisa memenuhi target bauran energi pada 2022 mendatang. Terutama, karena pengembangan energi baru dan terbarukan masih belum sebaik yang diharapkan.

Demikian pula sumber energi panas bumi yang pada 2022 nanti juga ditargetkan sebesar 22 persen."Angkanya seperti yang saya sampaikan tadi hanya mampu 80 MW per tahun," kata Wamen.

Susilo mengatakan pemerintah tengah mendorong para pelaku industri migas untuk meningkatkan pertumbuhan energi dari panas bumi. "Fit in tariff sudah ada, perizinan kita bantu, kampanye-kampanye juga kita bantu, dan kita minta mereka join agar pengembangan energi terbarukan ini semakin masif," pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement