Senin 08 Sep 2014 12:00 WIB

Terminal Teluk Lamong Siap Beroperasi

Dirut Pelindo III, Djarwo Harjanto menjelaskan pengoperasian Pelabuhan Teluk Lamong kepada wapres
Foto: Istimewa
Dirut Pelindo III, Djarwo Harjanto menjelaskan pengoperasian Pelabuhan Teluk Lamong kepada wapres

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA—Terminal Teluk Lamong yang menjadi salah satu proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), saat ini telah masuk dalam tahapan akhir menjelang pengoperasian.

“Secara fisik bangunan Terminal Teluk Lamong telah siap, tinggal proses pelaksanaan testing dan komissioning peralatan angkat dan angkut yang saat ini sedang berlangsung,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) Djarwo Surjanto, Senin (8/9).

Menurut Djarwo, pembangunan fisik Terminal Teluk Lamong telah selesai dilakukan dan alat-alat pendukung operasional juga telah siap untuk digunakan.

Uji coba peralatan dimaksud adalah uji coba ship to shore crane/STS (alat bongkat muat petikemas dari dan ke kapal), automated stacking crane/ASC (alat bongkat muat di lapangan penumpukan petikemas) dan Stradle Carrier/SC (alat angkat untuk memindahkan petikemas) serta Automotive Terminal Tractor /ATT (yang digunakan untuk mengangkut petikemas. 

“Alat-alat tadi tergolong baru khususnya automated stacking crane. Di Indonesia baru Terminal Teluk Lamong yang menggunakan alat tersebut, jadi perlu diuji coba terlebih dahulu,” tambah Djarwo.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan, Terminal Teluk Lamong dibangun untuk meningkatkan kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak dengan total nilai proyek pada tahap I mencapai Rp3,4 triliun.

Selain Terminal Teluk Lamong, di koridor ekonomi Jawa terdapat beberapa proyek-proyek MP3EI lainnya, diantaranya pembangunan pabrik kendaraan bermotor di Banten, pembangunan jalur ganda kereta api Serpong-Rangkasbitung, pembangunan pabrik semen Merah Putih di Lebak, pembangunan jalan tol Cikapali di Jawa Barat.

Ada pula pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat, pengembangan Bandara Soekarno-Hatta tahap I di Tangerang, pembangunan PLTU Adipala 660 MW di Cilacap, pembangunan jalur ganda kereta api lintas utara jawa (Cirebon-Surabaya).

Serta pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono, pengembangan Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto, pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan, dan pengembangan Pelabuhan Branta di Pamekasan.

“Dari proyek-proyek tersebut yang diresmikan adalah Terminal Teluk Lamong, pembangunan jalur ganda kereta api lintas utara jawa (Cirebon-Surabaya), dan pengembangan Terminal 2 Bandara Juanda,” kata Soekarwo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement