Jumat 20 Jun 2014 13:38 WIB

Prabowo Yakin Investasi Asing Masih Marak

Investasi di Indonesia (Ilustrasi)
Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Investasi di Indonesia (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden nomor urut satu Prabowo Subianto meyakini bahwa investasi asing masih akan tetap marak ke Indonesia menyusul penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) di dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Prabowo untuk menanggapi riset salah satu perusahaan sekuritas asing yang memaparkan bahwa akan ada zero foreign investment di pasar modal Indonesia apabila dirinya terpilih menjadi Presiden RI, di Jakarta, Jumat (20/6).

Menurut Prabowo, paparan itu merupakan 'gertak sambal'. Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta hasil tambang yang melimpah, kondisi itu yang akan membuat investor melirik Indonesia.

Di sisi lain, lanjut dia, jumlah penduduk Indonesia merupakan yang terbesar ke-4 di dunia, kondisi itu juga akan membuat konsumsi domestik tinggi sehingga perekonomian bergerak. "Mereka (investor) akan mencari untung, dimana ada pertumbuhan akan pergi kesitu, kalau tidak mau masih ada yang lain," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa salah satu pengusaha Indonesia ada yang melakukan ekspansi ke kawasan Afrika seperti Nigeria dan Republik Kongo yang ekonominya dinilai masih di bawah Indonesia, dengan demikian peluang investasi di dalam negeri cukup positif.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement