REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan sejumlah pimpinan perusahan atau Chief Executive Officer (CEO) yang ada di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi membahas proyeksi ekonomi Indonesia ke depan. "Bicara mengenai langkah dan agenda ekonomi kita ke dapan seperti apa. Tadi CEO bertanya mengenai ekonomi Jakarta, tapi terakhir ya masuk juga ke nasional. Ya saya jawab semuanya," ujar Jokowi usai melakukan pertemuan tertutup selama 1,5 jam di Hotel Four Season Jakarta, Selasa (13/5).
Menurut Jokowi, dalam pertemuan tersebut, dia memperkenalkan gagasannya untuk pembangunan ekonomi Indonesia. Dia mengatakan, pembangunan negara harus dimulai dari membangun sumber daya manusianya melalui bidang pendidikan.
Jokowi menjelaskan, kurikulum di sekolah-sekolah harus dibenahi. Menurut dia, siswa SD harus mendapat porsi pendidikan karakter 80 persen dan ilmu pengetahun 20 persen.
Ketika masuk ke jenjang SMP, ujar Jokowi, siswa diberi pelajaran dengan komposisi pendidikan karakter 40 persen dan ilmu pengetahuan 60 persen. Barulah ketika memasuki SMA, siswa mendapat pendidikan karakter 20 persen dan ilmu pengetahuan 80 persen.
"Karena dari situ akan terbangun budaya kerja yang baik. Sehingga muncul menjadi sebuah kekuatan yang produktif. Kalau sudah produktif larinya ke daya saing," ucap dia.
Setelah membangun sumber daya manusianya, kata Jokowi, barulah pemerintah membangun infrastrukturnya. Menurut mantan wali kota Solo tersebut, pemerintah harus membangun 'tol laut.' Jokowi mengatakan, Indonesia wajib memiliki kapal-kapal yang bergerak setiap hari ke daerah-daerah timur Indonesia untuk mendistribusikan logistik. Supaya pembangunan merata sampai ke timur Indonesia.
"Karena yang murah itu ya lewat laut. Jangan sampai harga semen di Jawa Rp 50 ribu tapi di Papua Rp 1 juta," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menambahkan, dalam pertemuan tersebut mereka juga membahas tentang energi yang meliputi sumber daya mineral, listrik, dan kelapa sawit.