Senin 05 May 2014 22:50 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan Satu Melambat

Rep: satya festiani/ Red: Taufik Rachman
Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan
Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2014 melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2013. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,21 persen. Angka tersebut juga lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia (BI).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, perlambatan tersebut terutama terjadi pada kinerja sisi eksternal. "Pertumbuhan ekspor mencatat kontraksi, khususnya ekspor pertambangan seperti komoditas batubara dan konsentrat mineral," ujar Tirta dalam siaran pers, Senin (5/5).

Perlambatan ekspor pertambangan disebabkan oleh karena melemahnya permintaan dan penurunan harga komoditas dunia serta pengaruh temporer terkait dengan kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah. Penurunan kinerja ekspor pertambangan juga terlihat pada pertumbuhan PDB sektor ini yang mengalami kontraksi.  

Ia juga mengatakan, perlambatan impor pada triwulan I-2014 sejalan dengan moderasi permintaan domestik tidak mampu mengimbangi kontraksi pertumbuhan ekspor. Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh konsumsi pemerintah yang melambat.

Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2014 tersebut ditopang oleh masih cukup baiknya kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi. "Konsumsi rumah tangga tumbuh masih cukup tinggi, antara lain didorong oleh peningkatan pendapatan, penjualan eceran, dan dampak pemilu legislatif meskipun tidak sekuat perkiraan semula," ujarnnya.

Sementara itu, investasi sedikit meningkat ditopang oleh investasi nonbangunan yang kembali tumbuh positif, terutama investasi mesin, sedangkan pertumbuhan investasi bangunan melambat. Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2014 terjadi pada hampir seluruh sektor kecuali sektor pertambangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement