Kamis 01 May 2014 02:50 WIB

Energizer Bagi Perusahaan Jadi Dua

Rep: Friska Yolandha/ Red: Yudha Manggala P Putra
Kelinci Energizer. Ilustrasi
Foto: The Globe and Mail
Kelinci Energizer. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MISSOURI -- Energizer Holdings, sebuah perusahaan pembuat baterai dan produk kebutuhan rumah tangga akan membagi perusahaan menjadi dua perusahaan terbuka. Satu perusahaan akan fokus pada segmen produk rumah tangga, sedangkan satu perusahaan lain akan fokus pada produk perawatan diri (personal care).

Energizer pada Rabu (30/4) waktu setempat mengumumkan direksi telah menyetujui pemisahan holding menjadi dua perusahaan yang berbeda. Perusahaan khusus produk rumah tangga akan fokus memperkuat brand baterai Energizer dan Eveready. Sementara, perusahaan yang fokus pada personal care akan mengembangkan produk-produk seperti Schick, Skintimate, Playtex dan Banana Boat.

"Tim manajemen Energizer dan direksi terus mengeksplorasi potensi untuk meningkaykan performa perusahaan. Pemisahan perusahaan menjadi dua merupakan langkah logis untuk membuka nilai yang lebih besar bagi perusahaan," kata Kepala Eksekutif Perusahaan (CEO) Ward Klein, seperti dilansir Forbes, Kamis (1/5).

Secara year on year sampai Maret 2014, Produk rumah tangga mampu meraup pendapatan senilai 1,9 miliar dolar AS. Sementara, produk perawatan membukukan pendapatan 2,6 miliar dolar AS.

Pemisahan menjadi perusahaan diperkirakan selesai pada paruh kedua tahun fiskal 2015. Klein akan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Energizer yang fokus memproduksi alat perawatan. CEO akan dijabat oleh David Hatfield. Sedangkan perusahaan khusus produk rumah tangga akan dikepalai oleh Alan Hoskins dengan kepala eksekutif J Patrick Mulcahy.

Sepanjang kuartal I 2014, Energizer membukukan pendapatan sebesar 1,06 miliar dolar AS. Laba bersih perseroan tercatat sebesar 98,5 juta dolar AS atau 1,57 dolar AS per saham.

Pendapatan perseroan mengalami penurunan sebesar tiga persen. Penjualan segmen rumah tangga sepanjang Januari hingga Maret turun 12,7 persen.

"Hasil kinerja ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan," kata analis Citi Research Wendy Nicholson. Ia meyakini pemisahan perusahaan akan memberi dampak bagi bagi Energizer.

Segera setelah pengumuman, saham Energizer mengalami penguatan menjadi 115,79 dolar AS. Nilai ini merupakan yang tertinggi selama 52 pekan terakhir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement