Selasa 29 Apr 2014 18:33 WIB

Indef: Kesiapan Indonesia Hadapi MEA di Bawah 50 Persen

Masyarakat Ekonomi ASEAN
Foto: blogspot.com
Masyarakat Ekonomi ASEAN

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Peneliti Institute for Development of Economics and Finance Akhmad Heri Firdaus menilai persiapan yang dilakukan pemerintah untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015 masih di bawah 50 persen. "Persiapannya masih kurang, kita jauh dari negara-negara lain, paling-paling mentok 50 persen, artinya masih di bawah," kata Heri di Jakarta, Selasa (29/4).

Heri menyebutkan kurangnya persiapan tersebut mulai dari sosialisasi, tenaga kerja, logistik hingga infrstruktur. Dia menilai dari segi sosialisasi, pemerintah masih kurang gencar untuk menghadapi persaingan dengan negara-negara lain yang semakin ketat.

Bahkan, menurut dia, para tenaga kerja Vetnam diketahui telah mempelajari Bahasa Indonesia untuk menambah keahlian dalam pasar yang semakin liberal. Vietnam, menurut dia, sudah mengincar kota-kota seperti Jakarta, Surabaya dan Medan. "Coba tanyakan kepada buruh, apa ada yang tahu dengan MEA? Kita kecolongan 'start', yang lain sudah meningkatkan 'skill' (kemampuan), masih belum banyak yang tahu," katanya.

Heri berpendapat sosialisasi merupakan langkah awal yang krusial yang harus dilakukan agar setidaknya masyarakat Indonesia mengetahui terlebih dahulu untuk setelah itu dilakukan persiapan yang matang. Dia menyarankan pemerintah bisa mengoptimalkan di sektor jasa karena sektor tersebut menyumbang cukup tinggi ke produk domestik bruto (PDB), yakni tumbuh 1,62 persen dari PDB 2013 5,78 persen.

Selain itu, jika tidak diberikan untuk peningkatan keahlian, lanjut dia, dikhawatirkan pekerja Indonesia hanya akan menjadi buruh, karena posisi manajerial akan dikuasai asing. "Kita seperti mau perang, tapi senjata kita tradisional semua, sementara negara lain sudah pakai yang canggih," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement