Selasa 22 Apr 2014 20:46 WIB

Pelajari Skema Akuisisi BTN, Bank Mandiri: Tak Ada Pemecatan

Rep: Satya Festiani/ Red: Mansyur Faqih
Bank Mandiri
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Bank Mandiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri Tbk tengah mempelajari skema akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Perseroan tengah menfinalisasi struktur transaksi yang akan dilakukan, baik menggunakan obligasi rekapitalisasi atau tunai.

"Itu sedang kita pelajari. Ada plus minus aturan legal," ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (22/4). 

Ia mengatakan, pemegang saham juga harus diuntungkan melalui transaksi tersebut. Finalisasi struktur transaksi akan dilakukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei lalu.

Budi mengatakan, perseroan akan meminta kejelasan dari kementerian BUMN. Bank Mandiri percaya, kementerian BUMN telah mengkaji konsep akuisisi tersebut secara mendalam. Karena rencana tersebut telah lama dibuat. 

Budi mengaku, kementerian BUMN ingin akuisisi tersebut dilakukan secepatnya. Saat ini komposisi pemegang saham Bank BTN terdiri dari pemerintah Indonesia sebesar 60,14 persen, badan usaha asing sebesar 25,45 persen dan sisanya terdiri dari perorangan, karyawan, reksadana, dana pensiun, asuransi, koperasi dan perseroan terbatas. 

Saham yang dimiliki pemerintah tersebut akan dibeli oleh Bank Mandiri. Setelah diakuisisi, BTN rencananya akan dijadikan anak usaha layaknya Bank Syariah Mandiri (BSM). 

Budi mengatakan, tak akan melakukan pengurangan karyawan BTN. "Direksinya tetap. Program pengurangan karyawan itu kita nggak ada pikiran ke sana sama sekali. Kita ingin mereka lebih bagus dan lebih besar," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement