Rabu 22 Jan 2014 15:20 WIB

Pos Indonesia Layani Kargo Haji Mulai 2014

Pos Indonesia (ilustrasi)
Foto: Antara
Pos Indonesia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pos Indonesia (Persero) mulai tahun 2014 mendapat kepercayaan untuk memberikan layanan pengiriman kargo para jamaah haji asal Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air.

"Kementerian Agama sudah memberikan persetujuan kepada Pos Indonesia untuk melayani angkutan barang mulai musim haji 2014 ini. Keputusan itu setelah Pos Indonesia mendapat persetujuan dari Direktorat Haji dan Umroh Kementerian Agama," ujar Direktur Utama Pos Indonesia, Budi Setiawan di Gedung Kantor Pos Besar Jakarta, Rabu (22/1).

Budi menjelaskan untuk melakukan pekerjaan tersebut Pos Indonesia akan bekerjasama dengan perusahaan jasa logistik terkemuka di Arab Saudi. "Pengiriman kargo haji dari Arab Saudi ke Indonesia itu nanti kami kerjakan semua. Insya Allah barang yang dikirim lewat layanan Pos Indonesia bisa sampai ke alamat rumah para haji yang bersangkutan," ujarnya.

Ia menambahkan jaringan Pos Indonesia yang tersebar hingga pelosok membuat Kementrian Agama lebih mempercayakan pengiriman barang para haji ketika kembali ke Tanah Air. Budi yang baru menjabat sebagai orang nomor satu di Pos Indonesia sejak akhir Juli 2013 ini mengatakan jamaah haji Indonesia biasanya belanja di Tanah Suci dalam jumlah besar sehingga barang bawaan kelebihan berat.

"Overweight (kelebihan berat) dari barang bawaan jamaah haji seringkali tidak bisa masuk bagasi, sehingga terpaksa ditinggal di Jeddah. Sayang, sudah beli mahal dan niatnya juga untuk oleh oleh. Ini peluang yang dapat kita manfaatkan, kita tawarkan bisa dikirim sampa ke depan rumah," ujar Budi.

Meski demikian ia tidak merinci nama perusahaan kargo Arab Saudi yang akan dijadikan mitranya. Ia hanya menjelaskan, pada prisipnya sudah ada kesepakatan tinggal peresmian kerja samanya saja yang akan diselesaikan pada Februari 2014.

Untuk tahap awal pelayanan kargo haji tersebut bisa mengangkut 40 ton barang. "Tarif angkut kita kenakan 8 real per kilogram untuk tujuan Jakarta, dan disesuaikan daerah lainnya sesuai tujuan pengiriman barang," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement