Kamis 24 Oct 2013 11:46 WIB

Petrokimia Bangun Tangki 20 Ribu MT

Pupuk produksi PT Petrokimia Gresik
Foto: DEPTAN.GO.ID
Pupuk produksi PT Petrokimia Gresik

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- PT Petrokimia Gresik (PKG) membangun tangki amoniak berkapasitas 20 ribu Metric Ton (MT) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan pupuk secara nasional, dan menghemat biaya produksi sebesar Rp 600 miliar per tahun.

Direktur Utama PKG, Hidayat Nyakman, Kamis (24/10) mengatakan pembangunan tangki amoniak berkapasitas besar ini bertujuan mendukung Pabrik Amoniak Urea II yang segera beroperasi dalam waktu dekat. "Pabrik Amoniak Urea yang segera beroperasi memiliki kapasitas produksi amoniak sebesar 825 ribu ton/tahun, dan Urea sebesar 570 ribu/tahun," katanya.

Dengan keberadaan tangki itu, Hidayat berharap dapat mendukung operasional perusahaan sekaligus meningkatkan daya tampung amoniak dan menjaga kontinuitas pemenuhan bahan baku pabrik seperti Urea, NPK Phonska dan ZA. "Adanya tangki ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional yang sebelumnya dicanangkan oleh pemerintah, selain itu PKG tidak akan tergantung dari pihak luar seperti impor luar negeri," katanya.

Secara teknis, tangki yang dibangun dengan nilai sekitar Rp 200 miliar itu dilengkapi dengan peralatan modern dan sistem yang terhubung, dan ditarget mulai beroperasi Maret 2015. Ia menjelaskan, keberadaan tangki amoniak dapat mengolah bahan baku di Gresik, sehingga membuka peluang kerja di sekitar wilayah Gresik.

"Impor amoniak dari luar negeri serta suplai dari beberapa daerah di Indonesia seperti Bontang dan Palembang menghabiskan biaya angkut rata-rata 50 dolar/ton, belum lagi harus mencari kapal yang sesuai untuk mengangkut amoniak, sehingga keberadaan tangki ini sangat baik untuk stok di Gresik," papar Hidayat.

Hingga kini PKG masih mendominasi pasar pupuk nasional hingga wilayah Asia untuk jenis Phonska, yakni sebesar 95 persen. "Dengan adanya tangki yang kita bangun ini, diharapkan produksi pupuk akan semakin meningkat pula, dan semakin mendominasi untuk wilayah Asia," ucapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement