Senin 21 Oct 2013 11:42 WIB

Peruri Tuan Rumah Konferensi Percetakan Uang 2013

Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah.    (ilustrasi)
Foto: Republika/ Yogi Ardhi
Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia yang diwakili Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menjadi tuan rumah Konferensi Percetakan Uang dan Bank Sentral di wilayah Semenajung Pasifik 2013 (The XX Pacific Rim Banknote Printer's Conference/PRBPC). Konferensi yang diselenggarakan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, pada 20-26 Oktober 2013, itu dibuka oleh Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin, Dirut Peruri Prasetio dan perwakilan perusahaan percetakan dan bank sentral dari 15 negara anggota.

Ke-15 negara anggota tersebut yaitu, Amerika Serikat, Australia, Brazil, Cina, Kolombiasa, Chile, Thailand, Filipina, Mexico, Republik Korea, Jepang, Indonesia, India, Hongkong, dan Kanada. Dirut Peruri Prasetio mengatakan bahwa konferensi ini dimaksudkan agar para anggota dapat bertukar iformasi terkait disain uang kertas, metode produksi, perlatan, penelitian dan pengembangan, sistem distribusi, pencegahan pemalsuan.

"Konferensi ini momentum penting bagi Indonesia khususnya Perum Peuri untuk bertukar informasi, termasuk berbagai kemungkinan ke depan terhadap perkembangan percetakan uang, mengingat adanya wacana kebijakan "cashless society" di dalam bertransaksi," kata Prasetio di Jakarta, Senin (21/10).

Pada ajang konferensi yang digelar dua tahun sekali itu, peserta mempresentasikan empat makalah. Pelaksanaan konferensi di Indonesia yang digelar selama enam hari tersebut, juga mengambil tempat di Bali, sekaligus sarana untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada para peserta.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement