Ahad 15 Sep 2013 10:14 WIB

Keuangan Syariah Kurangi Risiko Keuangan Masa Depan

Rep: Qommaria Rostanti/ Red: Dewi Mardiani
keuangan syariah/ilustrasi
Foto: alifarabia.com
keuangan syariah/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Keuangan syariah dapat berkontribusi mengurangi risiko keuangan di masa depan. Pasalnya keuangan syariah menyediakan sumber daya dengan proyek konkret di sektor riil. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko berlebihan.

Direktur Bank Dunia untuk Negara Turki, Martin Raiser, mengatakan keuangan syariah juga menyentuh tabungan investasi global dan dana modal di pasar negara berkembang.

"Pasar negara berkembang tidak lagi hanya membuat sistem keuangan untuk memobilisasi sumber daya domestik atau menarik sumber daya dari negara maju, tetapi juga memobilisasi sumber daya dalam melakukan intermediasi dengan orang lain dari pasar negara berkembang lainnya," kata Raiser dalam Konferensi Sistem Keuangan Internasional di Istanbul, Turki, seperti dikutip World Bulletin, baru-baru ini.

Pasar negara berkembang, menurutnya, perlu mencapai tingkat lebih tinggi dari harmonisasi peraturan yang berarti persaingan modal antara pasar negara berkembang juga akan meningkat. Tentu akan ada bank yang berperan lebih besar di pasar negara berkembang.

Namun, lanjutnya, tidak jelas bank mana yang akan memenangkan kompetisi untuk arus modal menengah antara negara berkembang yang satu dengan negara berkembang lainnya. "Produk keuangan syariah akan tunduk pada kebutuhan standardisasinya," ujar Raiser.

Dia mengatakan tantangan utama keuangan syariah lebih terletak pada standardisasi dan harmonisasi kerangka regulasi. "Beberapa tantangan lain yang dihadapi keuangan syariah dalam keuntungan dari kesempatan ini adalah menyeimbangkan perlakuan pajak dan menjamin keadilan memadai," ucapnya.

Forum Sistem Keuangan Internasional diselenggarakan oleh Industrialis Independen dan Asosiasi Pengusaha (MUSIAD), Borsa Istanbul, Riset Ekonomi, Sosial dan Pusat Pelatihan untuk Negara-Negara Islam (SESRIC), Asosiasi Bank Partisipasi Turki (TKBB) dan Bank Pembangunan Islam (IDB).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement