Senin 29 Jul 2013 13:00 WIB

Intiland Bukukan Laba Bersih 140,48 Miliar

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya
Intiland Development
Intiland Development

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk membukukan keuntungan bersih senilai Rp 140,48 miliar di paruh pertama tahun buku 2013. Seluruh indikator usaha dan keuangan perseroan mengalami peningkatan seiring membaiknya pasar properti nasional.

Perusahaan properti dengan empat segmen usaha ini mencatat kenaikan laba bersih sebesar 74,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba usaha perseroan meningkat sebesar 76,17 persen menjadi Rp 250,62 miliar.

Direktur Investasi dan Pengelolaan Modal Intiland Archied Noto Pradono mengatakan naiknya profitabilitas perseroan terutama disebabkan oleh melonjaknya jumlah pendapatan usaha. Nilai pendapatan usaha di semua segmen usaha meningkat, baik yang berasal dari pengembangan kawasan perumahan, mixed-use & high rise, kawasan industri, maupun perhotelan.

"Pasar properti cukup prospektif di enam bulan pertama. Gejala ini juga tercermin dari pertumbuhan pendapatan Intiland, baik dari development income maupun recurring income,” kata Archied, Senin (29/7).

Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 764,89 miliar atau melonjak 44,12 persen dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan usaha terutama diperoleh dari penjualan perumahan dan kawasan industri. Terutama kawasan perumahan dari proyek Graha Natura di Surabaya dan Talaga Bestari di Tangerang, serta penjualan dari Ngoro Industrial Park II.

Pendapatan dari pengembangan tercatat masih menjadi kontributor terbesar perseroan, yaitu 89,92 persen dari total pendapatan usaha. Jumlah tersebut tumbuh 48,33 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Segmen pengembangan kawasan perumahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan Intiland, yaitu 42,47 persen atau Rp 324,91 miliar. Nilai ini tumbuh 30,16 persen bila dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya. Selain itu penjualan juga dikontribusi oleh pengembangan kawasan industri, yaitu Rp185,46 miliar atau 24,24 persen.

"Sisanya berasal dari pengembangan mixed-use dan high rise yang memberikan kontribusi sebesar 23,19 persen, pendapatan berkelanjutan 10,08 persen, perkantoran 5,94 persen, dan segmen perhotelan 1,28 persen," kata Archied.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement