Jumat 21 Jun 2013 09:28 WIB

Kadin Dorong Industri Kecil Perkuat Daya Saing

Industri Kecil (ilustrasi)
Industri Kecil (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kamar Dagang dan Industri mendorong kalangan industri kecil dan menengah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memperkuat daya saing di tengah persaingan usaha dalam perdagangan bebas.

"Bantul punya potensi, seperti daerah wisata, batik, dan berbagai kerajinan. Yang perlu digarisbawahi bagaimana daya saing itu lebih diperkuat lagi," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Gonang Djuliastono, Jumat (21/6).

Menurut dia, upaya memperkuat daya saing bisa dilakukan dengan memperkaya mode atau produk melalui berbagai macam kreativitas yang harus terus dimunculkan sehingga semakin memiliki nilai jual yang tinggi. "Secara luas kami punya visi misi bahwa kesejahteraan masyarakat itu harus bisa sama rata, minimal di DIY dengan beberapa kabupaten dan kota dengan berbagai potensinya bisa kita angkat bersama," terang Gonang.

Ia menjelaskan, berbagai potensi-potensi daerah yang sudah muncul dan berkembang saat ini sebaiknya harus terus digarap, apalagi dalam rangka menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 jelas memungkinkan adanya persaingan perdagangan bebas. "Itu nanti sifatnya dari segala sumber daya manusia, dari berbagai lintas sektoral entah itu wisata, pendidikan dan ekonomi kreatif. Jadi mari dikembangkan untuk bisa masuk sama-sama, ini yang perlu disampaikan ke kabupaten," ujarnya.

Apalagi, mengingat tahun 2015 tidak terlalu lama, sehingga pada tahun ini diharapkan bisa mempersiapkan dan jangan sampai terlena dengan hal-hal yang demikian, karena justru akan berpengaruh pada sektor ekonomi, katanya. Sementara itu, disisi lain pihaknya juga berharap akan ada kebijakan dari pemerintah untuk mendukung para pelaku usaha dan industri untuk dipermudah dalam hal perizinan, dengan iklim usaha yang aman dan nyaman.

"Kalau pertumbuhan industri kecil dan menengah terus meningkat, tentunya bisa membantu peningkatan perekonomian, juga pengangguran semakin berkurang karena lapangan pekerjaan semakin bertambah," paparnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement