Selasa 21 May 2013 15:24 WIB

BLME Targetkan Pertumbuhan 15 Persen

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya
Bank of London and The Middle East
Foto: BLME
Bank of London and The Middle East

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Salah satu bank syariah Inggris, Bank of London and Middle East (BLME) menargetkan pertumbuhan aset 15 persen di 2013. Tekad ini menyusul kenaikan signifikan dalam aktivitas keuangan syariah di Kawasan Teluk.

Pada akhir 2012, aset BLME mencapai 1 miliar poundsterling. BLME menargetkan bisnis dari pasar modal dan manajemen kekayaan di Timur Tengah. Upaya yang telah dilakukan antara lain dengan membuka kantor BLME di Dubai.

Inggris berencana menarik lebih banyak bisnis dari negara-negara tetangga seperti Qatar dan Arab Saudi dengan kehadirannya di Uni Emirat Arab. CEO BLME, Humphrey Percy seperti dilansir IB Times, Selasa (21/5), mengatakan industri keuangan syariah kian berkembang di Kawasan Teluk, terutama dengan meningkatnya penerbitan sukuk.

Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Mohammad Bin Rashid Al Maktoum, mengumumkan rencana menempatkan Dubai sebagai pusat ekonomi syariah global menggantikan Bahrain. Kantor BLME di Dubai akan menjadi kantor perwakilan dalam mempromosikan layanan bank.

Pada 2012, BLME mencatatkan profitabilitas dengan laba operasi bersih 5,5 juta poundsterling setelah membukukan kerugian 10,8 juta poundsterling di 2011. BLME memfokuskan bisnis di sektor kesehatan, transportasi dan real estate.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement