REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Salah satu broker syariah terkemuka di Uni Emirat Arab, Emirates Islamic Financial Brokerage (EIFB) telah resmi menjadi anggota NASDAQ Dubai. EIFB akan fokus pada peluang perdagangan saham dan surat berharga lain berbasis syariah yang terdaftar di NASDAQ Dubai.
Ketua EIFB, Jamal Bin Ghalaita mengatakan EIFB terus memperluas penawaran platform untuk klien investornya. "Keanggotaan kami di NASDAQ Dubai sebagai tambahan portofolio kami yang kaya akan solusi investasi syariah," ujarnya seperti dikutip AME Info, Senin (20/5).
Menurutnya, pertukaran sangat penting sebagai langkah dalam mempercepat pertumbuhan berkelanjutan sektor jasa keuangan syariah di Dubai.
Ketua NASDAQ Dubai, Abdul Wahed Al Fahim berujar kedatangan EIFB sebagai anggota NASDAQ Dubai turut mendorong dan memperluas pertukaran kegiatan keuangan syariah. "Ini komitmen untuk inovasi dan ekspansi di semua bidang pasar modal syariah, termasuk membangun hubungan baru dengan organisasi keuangan syariah terkemuka baik di UEA maupun luar negeri," kata Al Fahim.
Sebagai bagian dari pertumbuhan, NASDAQ Dubai masuk dalam daftar empat pertukaran terkemuka internasional di Timur Tengah.
Pejabat Kepala Eksekutif NASDAQ Dubai, Hamed Ali mengatakan pihaknya senang memberikan kemungkinan platform investasi baru untuk EIFB, ribuan klien individu dan institusi lain. "Prospek ekonomi di UEA terus membaik, untuk itu kami berharap listing sekuritas syariah dapat memperluas jangkauan, termasuk kelas aset yang kami tawarkan," ucapnya.
NASDAQ Dubai terus membangun basis investor syariah dan pelaku pasar sebagai pemain yang berperan kuat dalam perekonomi Islam di Dubai. Direktur EIFB, Hussein Mourad menyebut pasar internasional NASDAQ Dubai akan menawarkan pilihan investasi syariat untuk kepentingan klien di UEA dan luar negeri melalui promosi transparansi bursa kelas pertama dan standar tata kelola bersama.
Basis investor regional dan internasional membuatnya menjadi platform yang sangat menarik bagi klien. "Pemerintah Dubai mengumumkan tekadnya menjadi pusat ekonomi syariah global di berbagai bidang, termasuk pasar modal," katanya.