Kamis 16 May 2013 13:17 WIB

Bank Syariah Inggris Ekspansi ke Dubai

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya
Muslimah Inggris
Foto: .
Muslimah Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Bank syariah Inggris, Bank of London and Middle East (BLME) berencana membuka kantor cabang di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ini dilatarbelakangi aset perbankan syariah di UEA terus tumbuh dan hendak mengubah dirinya menjadi pusat keuangan syariah global. 

Total aset mencapai lebih dari 1 miliar poundsterling pada akhir 2012. CEO BLME Humphrey Percy mengatakan pertumbuhan dan matangnya Dubai sebagai pusat jasa keuangan membuat bank berkeinginan membuka kantor pertamanya di luar Inggris, tepatnya di Dubai International Financial Centre. BLME melakukan perbankan korporasi, perbankan swasta dan manajemen aset dengan mengikuti prinsip-prinsip hukum Islam yang melarang pengisian atau membayar bunga.

"Kami pikir ini saat yang tepat mendirikan kantor di sini," ujar Percy seperti dikutip dari Gulf News, Kamis (16/5).

Alasan lain pendirian kantor di Dubai adalah peningkatan aktivitas keuangan syariah yang berasal dari kawasan Teluk, khususnya lonjakan penerbitan sukuk. "Kami harus memiliki wawasan dan kehadiran di tempat banyak pemegang sukuk," ucapnya.

Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Shaikh Mohammad Bin Rashid Al Maktoum berkomitmen akan menjadikan emirat sebagai pusat ekonomi syariah global. Pamor Bahrain dianggap mulai turun karena kerusuhan sosial yang dialaminya.

"Lima tahun lalu mungkin Bahrain dianggap pusat keuangan syariah di Timur Tengah, tapi kini Dubai berkesempatan meraih kesuksesan itu," kata Al Maktoum.

Berdirinya kantor BLME di Dubai menjadi salah satu peluang mewujudkan impian Dubai. Kantor tersebut akan mempromosikan layanan bank, namun tidak ada dana investasi ataupun pinjaman yang akan ditempatkan di Dubai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement