Senin 25 Mar 2013 21:49 WIB

BSM Luncurkan Produk Cicil Emas

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Emas murni   (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Emas murni (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Bank Syariah Mandiri (BSM) meluncurkan produk BSM Cicil Emas (iB). Produk cicil emas tersebut merupakan produk kepemilikan emas kepada masyarakat.

BSM Cicil Emas (iB) memberi kesempatan masyarakat  memiliki emas batangan dengan cara mencicil. Akad yang digunakan pada pembiayaan kepemilikan emas adalah Murabahah dengan jaminan diikat dengan dengan rahn (gadai).

"BSM membiayai jenis emas batangan dengan berat minimal sepuluh gram hingga 250 gram," ujar Kepala Divisi Gadai Bank Syariah Mandiri (BSM) Jeffry Prayana, Senin (25/3).

Nilai pembiayaan jenis emas batangan maksimal 80 persen dari harga beli dengan uang muka 20 persen. Jangka waktu pembiayaan dua hingga lima tahun. Nilai maksimal pembiayaan adalah Rp 150 juta.

Bank Indonesia (BI), kata Jeffry,  sudah memberikan lampu hijau kepada bank syariah dalam berbisnis emas. Izin itu langsung  dimanfaatkan BSM demi menjawab kebutuhan masyarakat akan produk investasi.

Emas adalah barang dengan tingkan permintaan yang tinggi baik untuk proteksi aset, kepentingan berjaga, kebutuhan tabungan haji, maupun investasi. Harga emas di dunia dalam jangka panjang cenderung naik. Hampir setiap lima tahun, harga emas naik minimal 100 persen.

Cara pembayaran dilakukan mengangsur dengan total pembayaran sesuai harga awal. "Tidak ada perubahan harga," katanya. Hanya saja, pelunasan BSM Cicil Emas (iB) tidak boleh kurang dari setahun.

Ada beberapa keuntungan produk BSM cicil emas dibanding bank-bank syariah lainnya. "Tarif kami kompetitif, lebih ringan dari produk cicil emas bank lain," kata Jeffry. Keuntungan lainnya antara lain emas diasuransikan, layanan profesional, dan likuid (dapat diuangkan dengan cara diuang atau digadai).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement