Kamis 07 Mar 2013 18:15 WIB

Laba Telkom Tumbuh 17,2 Persen

Rep: Friska Yolandha/ Red: Fernan Rahadi
Telkom
Telkom

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencatatkan laba bersih per akhir 2012 sebesar Rp 12,85 triliun. Nilai ini tumbuh 17,2 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011.

Perseroan pelat merah ini mencatat pertumbuhan pendapatan delapan persen dari Rp 71,253 triliun pada 2011 menjadi Rp 77,143 triliun per Desember 2012. Pendapatan terbesar diperoleh dari pendapatan telepon, yaitu berkontribusi 53,65 persen dari total pendapatan. "Pendapatan telepon tumbuh 2,91 persen menjadi Rp 41,3 triliun," ujar Direktur Keuangan Telkom Honesti Basyir dalam laporan kinerja Telkom, Kamis (7/3).

Pendapatan terbesar kedua perseroan adalah dari jasa teknologi informatika sebesar Rp 27,62 triliun. Sisanya pendapatan diperoleh dari pendapatan jaringan Rp 1,2 triliun, pendapatan jasa  intekoneksi senilai Rp 4,27 triliun, pendapatan jasa telekomunikasi lainnya sebesar Rp 2,6 triliun.

Naiknya pendapatan emiten berkode TLKM ini meningkatkan beban perseroan, yaitu sebesar Rp 95 triliun atau naik tipis dari Rp 94 triliun. Beban terbesar terdapat pada beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi. Per akhir tahun beban ini naik tipis menjadi Rp 16,8 triliun dari Rp 16,3 triliun.

Naiknya pendapatan membuat laba usaha meningkat. Laba usaha perseroan tumbuh 16,9 persen dari Rp 21,96 triliun menjadi Rp 25,7 triliun. Laba sebelum pajak tercatat Rp 24,23 triliun atau naik 16,15 persen. setelah mengalami penyesuaian, laba tahun perjalan yang dapat didistribusikan pada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp 12,85 triliun.

Setelah dibagi dengan total saham, Laba bersih per saham tercatat sebesar Rp 669,19. Laba ini, kata Honesti naik 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada penutupan perdagangan Kamis. Saham perseroan ditutup melemah 4,5 persen ke level Rp 10.600. Padahal pada pembukaan perdagangan saham emiten ini dibuka di level Rp 10.850.

Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi mengatakan saham Telkom masih layak beli. "Telkom satu-satunya emiten telekomunikasi yang kinerjanya baik," kata dia baru-baru ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement