Rabu 20 Feb 2013 22:17 WIB

Pasar Harapkan Bakrie Menangkan RUPS Bumi Plc

Rep: Friska Yolandha/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Kantor Bumi Plc di London, Inggris.
Foto: Reuters
Kantor Bumi Plc di London, Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kemenangan Bakrie atas rapat umum pemegang saham (RUPS) Bumi Plc memberikan dampak tidak langsung bagi kelangsungan perusahaan, termasuk anak usaha. Salah satunya, aset-aset Indonesia tidak semakin banyak di kuasai asing.

Seperti diketahui Bumi Plc merupakan perusahaan tambang batu bara dengan lokasi tamban di Kalimantan. Bumi Plc juga memiliki anak usaha seperti PT Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk yang juga bergerak di sektor  sama. Bumi Resources pun telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Analis pasar modal dari Trust Securities Reza Priyambada mengungkapkan kekalahan Bakrie di RUPS berpotensi membahayakan aset-aset perusahaan, terutama yang di Indonesia. "Kalau Bakrie kalah maka aset-aset Bumi Resources dan Berau akan berpindah tangan ke Bumi Plc yang dikuasai Rothschild," ujar Reza ketika dihubungi Republika, Rabu (20/2).

Saat ini Bakrie Group tengah mencari jalan lain untuk menambah hak votingnya di Bumi Plc. Salah satunya adalah dengan melepas saham milik perusahaan terafiliasi, yakni Recapital.

Saham yang dilepas Recapital telah dibeli oleh tiga perusahaan, termasuk perusahaan milik Hary Tanoe, Flaming Luck Investments Ltd. Hary membeli sekitar empat persen saham yang dilepas oleh Recapital. Selain Flaming Luck dua perusahaan lain yang membeli saham milik Recapital adalah Avenue Luxembourg SARL dan Argyle Street Management Ltd.

Reza menilai masuknya Hary ke medan pertempuran Bumi Plc menjadi strategi Bakrie Group untuk memperoleh lebih banyak hak suara. Upaya ini cukup baik untuk Bakrie yang ingin mempertahankan hak suara. Meski, ia berpendapat upaya ini belum terlalu signifikan.

Paling tidak, imbuhnya, Hary akan menambah hak suara Bakrie dari pemegang saham tidak terafiliasi

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement