Rabu 20 Feb 2013 12:49 WIB

Investor Asing Mulai Tinggalkan Cina

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya
EKONOMI CINA: Pertumbuhan ekonomi Cina
Foto: blacktokyo.com
EKONOMI CINA: Pertumbuhan ekonomi Cina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arus investasi asing (FDI) di Cina sepanjang 2012 mencapai 111,7 miliar dolar AS. Nilai ini lebih rendah dari pencapaian tahun sebelumnya, yaitu 116 miliar dolar AS.

Per Januari FDI Cina juga mengalami penurunan sebesar 7,3 persen bila dibandingkan dengan Desember 2012. Per Januari FDI Cina hanya 9,27 miliar dolar AS. Sedangkan per Desember Cina berhasil menarik investasi asing sebesar 11,7 miliar dolar AS.

Investasi asing (FDI) merupakan ukuran penting bagi ekonomi eksternal Cina yang berorientasi pada sektor pabrik. Meksipun demikian kontribusinya lebih kecil bila dibandingkan dengan ekspor. Ekspor Cina per 2012 mencapai 2 triliun dolar AS.

Data FDI diikuti oleh perdagangan kuat per Januari, yang menujukkan pemulihan solid pada permintaan domestik dan eksternal. Sebuah laporan dari lembaga pemeringkat Moody mengatakan ekonomi Cina diperkirakan tumbuh 7,5-8,5 persen pada 2013.

"Prospek pertumbuhan yang baik ini didukung oleh pelonggaran kebijakan dan pemberian kredit terutama nonperbankan,"ujar Moody seperti dilansir laman Reuters, Rabu (20/2).

Akibat krisis ekonomi Cina terpaksa menelan kegagalan menarik investasi asing ke negerinya. Tahun ini Cina menargetkan investasi akan menembus 120 miliar dolar AS. Jumlah ini juga menjadi target tahunanan negara tirai bambu tersebut hingga 2015.

Pada November 2001 Cina telah bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sejak itu FDI Cina mengalami peningkatan dan nyaris menjadi negara dengan investasi asing tertinggi. Keberhasilan ini hanya dihalangi Amerika Serikat.

FDI dari negara-negara top 10 Asia, termasuk Hong Kong, Jepang, dan Singapura, jatuh 9 persen pada Januari bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Investasi perusahaan AS jatuh 20 persen selama periode yang sama menjadi 270 juta dolar AS.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement