Selasa 11 Dec 2012 13:38 WIB

Wow, Rawon dan Skoteng Digemari Orang Belanda

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Heri Ruslan
Rawon
Foto: Natural Cooking Club
Rawon

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Produk-produk UKM Indonesia ternyata sudah bisa go internasional. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamuthi mengatakan produk-produk seperti kloewek, rawon, skoteng, sambal goreng sayur lodeh, sambal goreng pete dan kontainer banyak ditemukan di Belanda.

Bayu menunjukkan beberapa produk UKM yang sempat dbelinya di Amsterdam, Belanda pada pekan lalu. “UKM tidak mengenal krisis. Permintaannya tak pernah susut. UKM mampu mampu ekspor dengan baik dan sangat menjanjikan,” ujar Bayu, saat menunjukkan produk UMK yang dibelinya dari Belanda, Selasa (11/12).

Bayu mengatakan produk-produk UKM itu tidak hanya diminati oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda, tapi masyarakat asli Belanda. Agar UKM bisa sukses ekspor, kata Bayu, UKM harus siap dengan keragaman produk.

Ia menjelaskan, dalam satu kontainer, eksportir asal Indonesia mengirimkan hingga 150 jenis produk.  Selain itu, UKM harus mengikuti ketentuan perdagangan di negara tujuan eskpor. Misalnya, mengikuti ketentuan label dalam bahasa Belanda.

Bayu menjelaskan, untuk mempermudah akses perdagangan UKM Indonesia dan Belanda, eksportir dan importir memiliki gudang di tempat asal UKM dan negara tujuan ekspor. Gudang itu, digunakan sebagai tempat penyimpanan dan repacking. Gudang di negara tujuan eskpor digunakan sebagai tempat untuk berkumpulnya pembeli.

Pemerintah, kata Bayu, berkomitmen untuk meningkatkan promosi untuk permintaan produk UKM. Caranya, dengan mamanfaatkan akses restoran Indonesia yang ada di negara tujuan eskpor. Menurut dia cara ini berpotensi untuk memperluas pasar ekspor bahan makanan olahan.

Promosi restoran, kata Bayu dilakukan bersama kedutaan besar. Beberapa jenis UKM yang cukup potensial di Indonesia juga akan dipromosikan di luar negeri. Beberapa negara yang cukup berminat dengan makanan Indonesia antara lain Jerman, Belgia, dan Eropa Timur. Model ekspansi seperti ini juga rencananya akan dilakukan ke Palestina dan Suriah yang diusahakan masuk melalui Jordania.

“Singkronisasi perdagangan dalam negeri dengan pasar ekspor,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement