Senin 10 Dec 2012 14:37 WIB

Bank Syariah Optimistis 'Leverage Model' Datangkan Keuntungan

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Djibril Muhammad
Salah satu kantor cabang Bank Syariah Mandiri.
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Salah satu kantor cabang Bank Syariah Mandiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Leverage Model yang saat ini tengah dikaji Bank Indonesia diyakini mampu meningkatkan efisiensi perbankan syariah. Tak hanya itu, 'leverage model' juga dinilai bisa membuat industri syariah terus tumbuh.

"Itu bagus sekali, kami bisa semakin optimis mengejar pertumbuhan usaha lebih tinggi lagi," ujar Presiden Direktur Mega Syariah, Benny Witjaksono, kepada Republika, Senin (10/12).

Seperti diketahui, 'leverage model' merupakan penyaluran pembiayaan syariah melalui kantor cabang induk usaha. Nantinya bank umum syariah (BUS) akan menggunakan cabang milik bank umum konvensional dalam menawarkan produk-produk syariah. Cara ini dapat mengurangi biaya BUS dalam ekspansi cabang. Diharapkan margin atau suku bunga kredit yang dikenakan bank pada nasabah lebih rendah.

Otoritas perbankan BI berencana merampungkan kajian tersebut pada tahun ini. Bila telah selesai, maka 'leverage model' akan dilakukan pada pilot project atau percontohan pada tahun depan. Meski begitu, ada hal yang masih dipertimbangkan BI dalam menerapkan 'leverage model.'

Pasalnya, model ini bukan tidak mungkin bisa mempengaruhi kredibilitas perbankan syariah. Kekhawatiran muncul bila pembiayaan yang dilakukan bank konvensional tidak berdasarkan syariah.

Namun adanya kekhawatiran tersebut tidak dirasakan Benny. Menurutnya, sepanjang product features, SOP dan pengawasan berjalan dengan baik, maka 'leverage model' tidak akan mengganggu kredibilitas bank syariah. "Insya Allah tidak menyimpang," ucapnya.

Seandainya pun ada penyimpangan, kata Benny, maka harus segera diluruskan agar penyimpangan tersebut tidak semakin meluas. Dia menyebut untuk mengawal pemberlakuan 'leverage model' perlu ada sistem pemberian penghargaan dan hukuman. "Supaya nanti bila ada penyimpangan bisa segera dilurukan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement