REPUBLIKA.CO.ID,ISTANBUL - Bank pembiayaan Turki, Kuveyt Turk, tengah mengajukan permohonan izin operasi di Jerman. Bila izin keluar, bank ini akan menjadi bank syariah pertama di negara dengan ekonomi terbesar di Benua Eropa tersebut.
Chief Executive Kuveyt Turk Ufuk Uyan mengatakan kepada Reuters, perusahaan tengah menunggu tanggapan dari pengawas keuangan Jerman, Bafin. Diharapkan, proses aplikasi bisa selesai tahun depan sehingga perusahaan tersebut bisa segera beroperasi. “Kami ingin membuka cabang di Jerman dan jika model ini berhasil, kami berencana akan mempertimbangkan untuk membuka cabang di negara lain,” kata Uyan di Istanbul, pekan lalu. Investasi awal untuk pembukaan satu cabang di Jerman mencapai 45 juta euro.
Sistem keuangan syariah merupakan sistem perbankan yang melarang adanya bunga dan spekulasi. Kuveyt Turk hadir untuk menekan permintaan kehadiran perbankan syariah sebanyak empat juta penduduk Eropa.
Eropa merupakan wilayah dengan komunitas Muslim terbesar kedua di dunia. Kebanyakan dari mereka berasal dari Turki.
Ditambah lagi perbankan konvensional sudah meretakkan kepercayaan masyarakat karena tergerus krisis. “Kami ingin memainkan peran dalam pertumbuhan ini, segmen kecil dan menengah,” jelas Uyan.
Kuveyt Turk memperkirakan peningkatan 30 persen dari deposito dan 15 persen untuk pembiayaan hingga akhir tahun ini. Pada 2013, perusahaan mengharapkan terdapat peningkatan sebesar 15 persen secara keseluruhan.
Uyan mengungkapkan, perusahaan juga tengah merencanakan penambahan modal sekitar 950 juta lira atau 530 juta dolar AS tahun depan. Perusahaan yang baru saja menerbitkan sukuk 350 dolar AS ini berencana membentuk unit pensiun.
Sebelumnya, Malaysia juga sedang mempertimbangkan untuk membuka pasar syariah di Jerman.
Meskipun kontribusi industri syariah masih satu persen dari total seluruh industri keuangan dunia, Presiden Global University of Islamic Finance di Malaysia Daud Abdullah menilai, terdapat peningkatan jumlah permintaan terhadap perbankan syariah. “Keuangan syariah hadir untuk seluruh umat manusia,” kata Abdullah pada pertengahan tahun ini. Dan, Jerman merupakan negara yang potensial dalam pengembangan industri syariah di Eropa.