Selasa 24 Jan 2012 14:55 WIB

Selat Hormuz Memanas, RI Siap Hadapi Fluktuasi Harga Minyak Dunia

Rep: Fitria Andayani/ Red: Heri Ruslan
Harga minyak dunia
Foto: Reuters
Harga minyak dunia

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Pemerintah yakin bisa menghadapi fluktuasi harga minyak yang mungkin terjadi akibat terjadinya ketegangan di Selat Hormuz Iran. Sementara terkait penerapan opsi kenaikan harga premium, pemerintah masih menunggu hasil pembahasan bersama dengan DPR.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa menyatakan, Indonesia sudah beberapa kali menghadapi fluktuasi harga minyak akibat tidak menentunya kondisi keamanan internasional. “Tapi kita punya strategi yang tertuang dalam kebijakan energi nasional,” katanya, Selasa (24/1).

Menurutnya, kunci utama untuk menghadapinya adalah dengan mengurangi ketergantungan BBM, yaitu dengan melakukan diversifikasi penggunaan energi sampai tahun 2025 secara bertahap.

Menurutnya, naik atau tidaknya harga minyak mentah, pemerintah harus menjalankan strategi ini. “Karena minyak itu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui,” katanya.

Namun pemerintah lanjutnya, juga memiliki kebijakan jangka pendek bila sewaktu-waktu ketegangan terjadi. “Bila harga minyak melambung tinggi, ada opsi-opsi untuk menyelamatkan ekonomi. Opsinya apa, nanti saja diberi tahu. Ini kan masih kalau,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement