Senin 21 Aug 2017 07:37 WIB

Menhub Dorong Optimalisasi Peran Pelabuhan Probolinggo

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke Pelabuhan Probolinggo, Jatim, Ahad (20/8).
Foto: Republika/Idealisa Masyrafina
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke Pelabuhan Probolinggo, Jatim, Ahad (20/8).

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong optimalisasi peran Pelabuhan Tanjung Tembaga di Kota Probolinggo, Jawa Timur, dengan melakukan penandatangan kerja sama pemanfaatan barang milik negara pelabuhan tersebut, pada Ahad (20/8).

Kedatangan Menteri Perhubungan di Kota Probolinggo dalam rangka penandatanganan kerja sama Pemanfaatan (KSP) terminal baru Pelabuhan Probolinggo dan pelabuhan sintete antara Kementrian Perhubungan dengan PT Delta Antara Bahari Nusantara (DABN) dan PT Pelabuhan Indonesia II.

Budi Karya Sumadi mengatakan kerja sama pemanfaatan (KSP) barang milik negara (BMN) dilakukan untuk mengoptimalkan peran pelabuhan di Indonesia, salah satunya di Probolinggo untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan penandatanganan tersebut diharapkan Jawa Timur bisa lebih hebat, lebih bagus lagi. Saya juga menginginkan dengan adanya Pelabuhan Probolinggo ini untuk logistik bisa semakin bertambah dan juga bertambah murah," tuturnya saat melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Probolinggo.

Ia berharap kerja sama itu dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya daerah Probolinggo yang sangat antusias dengan adanya pelabuhan tersebut. "Tujuan perjanjian kerja sama itu antara lain optimalisasi penyediaan, pengembangan dan pengelolaan infrastruktur Pelabuhan Probolinggo, serta optimalisasi kontribusi yang diperoleh dari pengelolaan baik pemerintah melalui PNBP maupun pendapatan jasa kepelabuhanan bagi BUMD," katanya.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Antonius Tonny Budiono mengatakan kerja sama pemanfaatan fasilitas pelabuhan yang akan dioperasionalkan Badan Usaha Pelabuhan PT Delta Bahari Nusantara untuk mencermati tentang kerja sama pemanfaatan BMN di Pelabuhan Probolinggo tersebut yang dilakukan selama 30 tahun.

"Kerja sama pengoperasian fasilitas pelabuhan Probolinggo tersebut harus mampu memberikan pelayanan yang efisien dan efektif untuk menekan bongkar muat barang dan kapal-kapal yang beroperasi adalah kapal yang memiliki standar keselamatan dan kelaikan yang telah ditentukan oleh Ditjen Perhubungan Laut," ujarnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan kesejahteraan Jawa Timur dapat didorong melalui pembangunan Pelabuhan Probolinggo dan mudah-mudahan perkembangan pelabuhan bergerak dengan cepat.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Probolinggo dan Bupati Probolinggo atas kerjasamanya yang sangat baik, sehingga kerja sama tersebut sangat lancar," katanya.

Ia juga mengusulkan kepada Menteri Perhubungan untuk Pelabuhan Abdurrahman Saleh menjadi pelabuhan internasional Jawa Timur untuk tujuan tourism dan Pemprov Jatim sudah menyiapkan APBD Provinsi pada tahun 2018 yang diusulkann untuk membangun pelabuhan kedatangan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement