Ahad 05 Feb 2023 07:20 WIB

ASDP Siap Operasikan KMP Bahtera Nusantara 03

Bahtera Nusantara 03 akan melayani rute Tanjung Uban dan Tambelan, Kepulauan Riau.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
KMP Bahtera Nusantara 01 bersiap untuk bersandar di Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Uban, Kepulauan Riau, Rabu (9/6/2021). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan siap untuk mengoperasikan KMP Bahtera Nusantara 03.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
KMP Bahtera Nusantara 01 bersiap untuk bersandar di Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Uban, Kepulauan Riau, Rabu (9/6/2021). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan siap untuk mengoperasikan KMP Bahtera Nusantara 03.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan siap untuk mengoperasikan KMP Bahtera Nusantara 03. Armada penyeberangan perintis ini akan melayani rute Tanjung Uban dan Tambelan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) hingga ke Sintete di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

“Dengan beroperasinya KMP Bahtera Nusantara 03 nanti diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat akan aksesibilitas atau keterjangkauan untuk melakukan mobilitas dengan menggunakan moda penyeberangan yang aman, nyaman dan selamat," kata Direktur Utama ASDP Indonesia FIra Puspadewi dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (4/2/2023).

Baca Juga

Selain itu, Ira juga mengharapkan layanan angkutan penyeberangan oleh KMP Bahtera Nusantara 03 juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah. Selain itu juga mengurangi disparitas harga bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat khususnya di Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin KMP Bahtera Nusantara diharapkan akan semakin meningkatkan layanan penyeberangan penumpang maupun barang di Kepulauan Riau. “Pembangunan kapal ini bagian dari upaya kami untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan antar pulau untuk mempersatukan Indonesia, yang akan menghubungkan antara Kepri dengan Kalimantan,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, pengoperasian KMP Bahtera Nusantara 03 merupakan perwujudan dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas nasional. Hal tersebut dilakukan dengan menghubungkan sabuk-sabuk penyeberangan dan pulau-pulau di wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

“Ini agar bagaimana infrastruktur yang telah dibangun dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Semoga nanti Bapak Presiden Joko Widodo berkenan untuk meresmikan kapal ini,” ucap Budi.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan kehadiran Kapal Penyeberangan Bahtera Nusantara 03 sangat penting untuk melancarkan konektivitas. Terlebih, Kepri di Kepri merupakan kepulauan dengan 96 persen wilayahnya adalah lautan.

Untuk itu, Ansar menilai KMP Bahtera Nusantara 03 berperan strategis. “Tidak hanya melayani penumpang namun juga barang sehingga ini akan menjamin kelancaran distribusi kebutuhan pokok di daerah tertinggal dan perbatasan, yang dapat menjaga laju inflasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” jelas Ansar.

KMP Bahtera Nusantara 03 dibangun menggunakan dana APBN senilai Rp 96,5 miliar dengan skema tahun jamak. Kapal yang bisa mengangkut 386 penumpang tersebut dibangun PT Karimun Anugrah Sejati sejak Februari 2020 dan selesai pada 2022.

Nantinya operasional KMP Bahtera Nusantara akan menambah layanan kapal penyeberangan yang melayani rute Tanjung Uban-Tambelan-Sintete dari sebelumnya hanya satu menjadi dua kapal. Dengan begitu akan mempercepat frekuensi kedatangan kapal dari sebelumnya memakan waktu dua pekan dalam satu kali trip menjadi satu pekan.

Kementerian Perhubungan juga  mengalokasikan anggaran subsidi untuk operasional kapal Bahtera Nusantara 03 pada 2023 sebesar Rp 11,57 miliar. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari program peningkatan konektivitas dalam rangka mewujudkan layanan transportasi yang selamat, aman, dan nyaman di wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement