Rabu 25 Jan 2023 22:12 WIB

Petani Sawit: Sudah Lama RI Mengekor Acuan Harga di Malaysia

Keberadaan bursa komoditi sawit Indonesia akan mempermudah dapatkan harga riil

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Lida Puspaningtyas
Foto udara perkebunan kelapa sawit di Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (9/5/2022). Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berharap larangan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan produk-produk turunannya tidak berlangsung lama, karena akan mempengaruhi keseluruhan ekosistem industri sawit nasional.
Foto: ANTARA/Budi Candra Setya
Foto udara perkebunan kelapa sawit di Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (9/5/2022). Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berharap larangan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan produk-produk turunannya tidak berlangsung lama, karena akan mempengaruhi keseluruhan ekosistem industri sawit nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendukung penuh langkah pemerintah yang akan membuat bursa komoditi sawit sendiri.

Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, mengatakan, sejak era 1990-an perkembangan industri sawit kian pesat di Indonesia. Namun, meski menjadi produsen terbesar sawit di dunia, Indonesia tidak menjadi acuan dunia terhadap perkembangan harga sawit.

Baca Juga

"Cukup lama itu terbiarkan dan kita mengekor dengan Malaysia. Jadi bursa berjangka itu suatu hal yang wajib," kata Gulat di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Ia mengaku terkejut begitu mendengar pemerintah ingin membuat bursa komoditi sawit dan ditargetkan dimulai Juni 2023. Namun, menurut Gulat, rencana tersebut kemungkinan bakal mendapat gangguan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan bisnis sawit.

 

Keberadaan bursa komoditi sawit Indonesia dinilai Gulat juga akan mempermudah para petani dan pelaku usaha minyak sawit untuk mendapatkan harga riil yang sesungguhnya sesuai situasi pasar.

Selama ini, industri sawit berkiblat pada harga lelang di KPBN Dumai yang itu juga mengacu kepada bursa Malaysia maupun Rotterdam. Sementara itu, harga acuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan pun dalam jangka waktu dua pekan sekali sehingga terllau lama.

Gulat mengaku acuan-acuan harga tersebut tidak memberikan kepastian kepada petani sebagai produsen sawit.

"Secara nasional itu penting, karena itu memastikan harga sesungguhnya. Selama ini hanya harga Malaysia, Rotterdam. Harga nasional kita mana dong? Bursa berjangka adalah harga yang ditunggu oleh petani sawit Indonesia," katanya.

Adapun sejauh ini, Gulat menuturkan, rata-rata harga tandan buah segar (TBS) sawit belum membahagiakan. Dari harga pokok produksi sekitar Rp 2.250 per kg, harga yang diterima petani sawit swadaya hanya Rp 1.800 per kg-Rp 2.000 per kg. Adapun untuk petani yang bermitra dihargai Rp 2.250 per kg-Rp 2.500 per kg.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement