Jumat 14 May 2021 10:10 WIB

Bantu UMKM Kuliner, Kemenkop Gandeng Gojek

Kemenkop dan UKM akan memfasilitasi usaha mikro bidang kuliner untuk masuk Gofood.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Andi Nur Aminah
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) pada 2019 lalu. Sebagai tindak lanjutnya, Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop bersama perusahaan penyedia jasa itu menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (6/5).

"Melalui PKS ini, Kementerian Koperasi dan UKM akan memfasilitasi usaha mikro bidang kuliner untuk masuk ke GoFood dan laman Bela Pengadaan LKPP," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam acara Sinergi Untuk Penguatan Usaha Mikro Berdaya Saing, di Jakarta, Kamis (6/5). 

Baca Juga

Selain penandatangan perjanjian, dilakukan pula penyerahan bantuan jaring pengaman sosial kepada pengusaha warung tegal dan pengusaha warung makan lainnya oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sekaligus penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Teten mengatakan, pedagang warteg dan warung makan lainnya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19. Melalui program bantuan jaring pengaman sosial, BAZNAS akan memberikan bantuan jaring pengaman sosial senilai Rp 1 miliar kepada mereka.

"Melalui kerja sama dengan marketplace dan LKPP, untuk perluasan jaringan pemasaran. Maka pengusaha makanan ini akan kita dorong untuk bergabung dengan marketplace dan onboarding Laman Bela Pengadaan," jelas dia.

Laman Bela Pengadaan menjadi pasar online yang disediakan pemerintah. Melalui e-Katalog dan Laman Bela Pengadaan LKPP di platform online tersebut, pelaku UMKM dapat memenuhi kebutuhan belanja pemerintah. 

"Selain itu, ada Pasar Digital (PaDi), yang merupakan hasil kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian BUMN. Ini guna menyerap produk UMKM melalui belanja barang dan jasa BUMN dengan nilai di bawah Rp 14 miliar," tutur Menkop.

Dalam kesempatan sama, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) Dyan Shinto E Nugroho menjelaskan, pihaknya mencatat ada perubahan perilaku konsumen. Banyak orang belanja makanan pindah ke sistem online. 

“Kami juga mencatat ada peningkatan jumlah layanan logistik dan juga transportasi online," ujar dia. Bahkan, lanjutnya, selama pandemi ada sekitar 180 ribuan UMKM yang bergabung dengan GoFood dan Gojek, sebanyak 90 persen di antaranya merupakan usaha mikro. 

"Kami juga melakukan langkah dengan menawarkan ekosistem bisnis dengan berbagai kemudahan dan fitur-fitur bagi UMKM. Di dalamnya termasuk pelatihan-pelatihan bagi UMKM seperti pelatihan manajemen dan packaging," jelasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement