Jumat 26 Feb 2021 08:06 WIB

Pulihkan Ekonomi, LPEI Bantu UMKM Masuki Global Marketplace

Semua pihak bersinergi mendorong pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM.

Rep: Novita Intan/ Red: Andi Nur Aminah
Pengurus Koperasi Wanita (Kopwan) Ikaboga menunjukan rendang kualitas ekspor yang sudah dikemas di Padang, Sumatera Barat, Selasa (19/1/2021). Kopwan Ikaboga bekerja sama dengan Sindocorp Internasional Indonesia akan mengekspor rendang produksi UMKM ke sejumlah negara di Asia dan Timur Tengah.
Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA
Pengurus Koperasi Wanita (Kopwan) Ikaboga menunjukan rendang kualitas ekspor yang sudah dikemas di Padang, Sumatera Barat, Selasa (19/1/2021). Kopwan Ikaboga bekerja sama dengan Sindocorp Internasional Indonesia akan mengekspor rendang produksi UMKM ke sejumlah negara di Asia dan Timur Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank turut mendorong pemulihan sektor ekonomi terutama segmen UMKM. Indonesia Eximbank membantu UMKM dapat menembus pasar global sekaligus memfasilitasi agar produknya dapat dipromosikan global marketplace seperti Alibaba. 

Kepala Divisi Advisory Services Indonesia Eximbank, Gerald Setiawan Grisanto mengatakan pihaknya mendorong semua pihak bersinergi mendorong pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM berorientasi ekspor agar dapat bangkit lebih cepat. "Kami akan fokus memberikan dukungan bantuan pada UMKM terdampak Covid-19 terutama UMKM yang berorientasi ekspor," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/2).

Baca Juga

Menurutnya Indonesia Eximbank memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan biasa karena mampu memberikan pembiayaan, penjaminan, jasa konsultasi secara beriringan. Peran tersebut diberikan kepada Indonesia Eximbank agar mampu mendorong pertumbuhan ekspor. 

Dia menjelaskan, bagi UMKM yang telah melakukan ekspor, memungkinkan mendapatkan pembiayaan komersial dari Indonesia Eximbank. Sedangkan bagi UMKM yang belum ekspor tapi sudah berorientasi ekspor, Indonesia Eximbank telah bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk membantu melalui berbagai program.

"Salah satunya program CPNE (Coaching Program for New Exporters), sehingga diharapkan para UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik dan memperkuat relasi,” ucapnya.

Disampaikan Gerald, usaha yang dapat mendorong ekspor seperti UMKM menjadi supplier kepada eksportir. Jika UMKM belum melakukan ekspor, maka dapat mengikuti program jasa konsultasi dengan biaya yang sangat ringan. Pada tahun ini UMKM di daerah Solo, Bali, Medan akan mendapatkan pelatihan dari Indonesia Eximbank.

Sumiaji, salah satu pelaku UMKM kerajinan, yang mendapat pelatihan dari program CPNE Indonesia Eximbank, mengaku sangat terbantu karena dapat melakukan ekspor, mampu mengelola usaha dengan lebih disiplin, juga memperoleh relasi yang lebih luas sehingga produknya dapat menembus pasar global. 

"Pada 2014, kami ikut CPNE LPEI selama hampir satu tahun. Pada April 2015 kami sudah mampu melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer. Produk kami di ekspor ke Ukraina, Amerika, juga negara Eropa. Semasa pandemi, kami tetap mampu melakukan ekspor hingga dua kontainer per bulan. Bahkan mendapat kontrak satu tahun untuk ekspor ke Malaysia. Kami mendapat banyak manfaat dari program CPNE LPEI,” ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement